Berita Palsu

Ada istilah yang cukup baru yang telah beredar selama beberapa minggu terakhir: Berita Palsu. Implikasinya adalah bahwa jurnalis dan media membuat kebohongan untuk mempromosikan persuasi politik mereka.

Saya ingat betapa berbedanya saat saya tumbuh dewasa. Radio memainkan musik atau menayangkan acara komedi untuk bagian yang lebih baik dari setiap jam, hanya menyisakan beberapa menit untuk menyiarkan berita, olahraga, dan cuaca. Kami memiliki surat kabar komunitas mingguan dan satu kertas harian dari kota terdekat. Pola tes memulai dan mengakhiri hari televisi yang diisi sebagian besar dengan program dan iklan langsung. Seringkali kita bahkan tidak tahu tentang peristiwa yang terjadi di wilayah geografis lain selama beberapa hari.

Sekarang kami memiliki televisi dua puluh empat jam dengan jumlah saluran yang tidak terbatas yang menawarkan berita terbaru untuk kejahatan dan peristiwa yang sedang terjadi secara langsung di seluruh dunia. Surat kabar global dapat ditemukan dengan cepat melalui klik internet sederhana. Kami telah terbiasa memiliki akses cepat ke informasi yang kami inginkan atau butuhkan.

Dalam psikologi, kita belajar bahwa pendapat hanyalah pikiran dan karena itu mudah untuk menemukan pendapat yang berbeda tentang topik apa pun. Baik pemikiran dan pendapat dapat berubah dengan cepat, terutama jika informasi baru tersedia.

Saya pikir itu akan menjadi sulit bagi sumber media saat ini mengingat semua harapan bagi mereka untuk menyediakan program 24 jam yang menarik, Jika mandat saluran adalah fokus pada politik, itu harus datang dengan tamu dan topik yang akan menarik pemirsa tidak peduli betapa sedikit berita yang dihasilkan oleh politisi hari itu atau minggu. Akibatnya, jangkar dan tamu harus mengambil apa yang mereka miliki, mengulanginya dan "memintal" sehingga orang-orang akan terus mendengarkannya.

Pikirkan tentang apa yang mungkin terjadi jika Anda dan teman-teman Anda duduk bersama selama berjam-jam pada saat berbicara tentang politik. Setelah peristiwa terkini terkini diceritakan kembali, mungkin ada beberapa pernyataan "Bagaimana jika …" atau spekulasi tentang mengapa itu terjadi atau bahkan apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Tidak akan lama sampai "mungkin" dikutip sebagai fakta.

Karena internet tidak diatur, siapa pun dapat memposting apa pun yang mereka inginkan. Pikiran, opini, dan belum tentu kebenaran.

Berikut beberapa saran yang mungkin bisa membantu Anda menyelesaikan masalah ini:

1. Jangan berasumsi bahwa semua yang Anda baca, dengar, atau lihat itu akurat.

2. Perlu diingat fakta bahwa permintaan berita dan penyiaran terus menerus telah menciptakan ruang hampa yang perlu diisi oleh media.

3. Lepaskan! Sebagian besar dari apa yang dibicarakan atau ditulis tidak ada dalam lingkup kendali Anda. Anda tidak perlu mendengarkan atau membaca semua yang tersedia dan Anda tidak perlu memperbaikinya.

4. Ingatlah untuk membuat pilihan yang sehat dan menyeimbangkan hidup Anda alih-alih hanya berfokus pada laporan berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *