https://betwin188.online/

Jenis Penyebrangan Jalan Lain. Uniknya Semua Nama Hewan Lho

Sekarang, Jakarta punya jenis penyeberangan baru lho. Yang dulunya hanya ada zebra crossing dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), kini pelican crossing dipasang di ruas jalan sekitaran bundaran HI. Sebenarnya, pelican crossing, penyeberangan mirip zebra crossing tapi dilengkapi dengan tombol untuk penyeberang, bukan barang baru. Sejak tahun 2014 lalu, Bandung sudah memasang pelican crossing di daerah Balai Kota Bandung.

Keberadaan pelican crossing ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ada yang setuju karena ramah penyandang disabilitas, tapi ada juga yang menganggap pelican crossing hanya akan menambah kemacetan, terutama jika jalanan sedang padat-padatnya. Nah, sebenarnya, alternatif fasilitas penyeberangan jalan itu ada beberapa lho. Mulai dari yang paling sederhana adalah zebra crossing, sampai ada yang bernama pegasus crossing. Penamaan itu, biasanya banyak digunakan di Inggris. Mana sih yang paling cocok diterapkan di Indonesia? Yuk kulik bersama betwin188.

1. Dimulai yang paling murah, mudah, dan sederhana yaitu zebra crossing. Fasilitas penyeberangan ini paling mudah dikenali karena berwujud cat hitam putih berselang-seling sejajar di jalanan

Zebra cross merupakan fasilitas penyeberangan yang paling umum dikenali, berwujud garis hitam putih yang berselang-seling sejajar yang mirip seperti motif badan hewan zebra. Ketika akan menyeberang menggunakan zebra crossing, penyeberang harus memperhatikan kondisi jalanan yang akan diseberangi dan menunggu jalanan sepi sebelum menyeberang. Nggak jarang, meskipun sudah melihat ada penyeberang yang melaluinya, tetapi kendaraan nggak mau mengalah lho.

2. Kemudian zebra crossing dikembangkan menjadi pelican crossing dengan menambahkan rambu lalu lintas dan tombol bagi penyeberang. Wah, namanya mirip burung air yang punya paruh berkantung ya

Ini nih yang lagi heboh di Jakarta yaitu pemasangan pelican crossing di daerah bundaran HI. Pelican crossing adalah pengembangan zebra crossing dengan penambahan lampu lalu lintas dan tombol untuk penyeberang. Ketika tombol ditekan, lampu akan berubah jadi merah selama beberapa detik, kendaraan harus berhenti, dan penyeberang bisa melalui jalan tersebut.

Walaupun namanya mirip salah satu spesies burung air, tapi ternyata nggak ada hubungannya sama sekali lho sama hewan itu. Pelican adalah singkatan dari Pedestrian Light Controlled Crossings.

3. Yang lebih canggih adalah puffin crossing yang punya sensor diatas rambu lalu lintasnya. Sensor itu memungkinkan lamanya lampu merah menyala menyesuaikan dengan kecepatan penyeberang
Nama Puffin sekilas mirip nama salah satu jenis burung yang punya bentuk mirip dengan penguin tetapi ukurannya lebih kecil. Ternyata, Puffin adalah singkatan dari Pedestrian User-Friendly Intelligent yang menunjukkan bahwa ini memang fasilitas penyeberangan yang cerdas.

Yang satu ini agak berbeda. Jika pelican crossing memberikan waktu beberapa detik untuk memberi kesempatan penyeberang melalui jalan tersebut, maka puffin crossing dilengkapi dengan sensor diatas rambu lalu lintas. Sensor itu bisa mendeteksi penyeberang. Ketika penyeberang cukup lama, maka lampu akan bertahan tetap berwarna merah sampai penyeberang selesai melalui jalan tersebut.

4. Nggak hanya orang aja yang bisa menyeberang. Toucan crossing juga mempersilakan sepeda untuk ikut menyeberang bersama pejalan kaki dengan konsep yang mirip dengan pelican crossing
Nah, ada juga penyeberangan yang bisa dilalui oleh manusia dan juga sepeda bernama toucan crossing. Namanya diambil dari istilah “two can cross” yang disingkat menjadi toucan. Nama Toucan ini sama lho seperti hewan unggas yang berbadan hitam tapi memiliki paruh besar berwarna jingga. Sebenarnya, konsep dasarnya sama dengan pelican crossing dimana terdapat rambu lalu lintas di daerah penyeberangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *